BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Perkembangan teknologi
jaringan komputer dewasa ini
semakin pesat seiring dengan kebutuhan masyarakat akan
layanan yang memanfaatkan jaringan komputer. Pada sistem jaringan komputer,
protokol merupakan suatu bagian yang paling penting. Protokol jaringan
yang umum digunakan adalah
IPv4. Akan tetapi protokol telah
berumur lebih dari 20
tahun masih terdapat beberapa kekurangan
dalam menangani jumlah komputer
dalam suatu jaringan yang
semakin
kompleks. Telah dikembangkan protokol jaringan baru, yaitu IPv6 yang merupakan
solusi dari masalah diatas. IPv6 menawarkan fitur dan fungsionalitas
yang lebih dari IPv4
seperti ruang pengalamatan yang
jauh lebih besar, fitur
keamanan IPSec, penanganan
lalu lintas multimedia di
internet, dan lain-lain. Namun,
protokol baru ini belum
banyak diimplementasikan pada
jaringan-jaringan di dunia.
B.
Perumusan
Masalah
Setelah IPv4
sukses penggunaannya oleh para
pengguna internet, kemudian timbul suatu permasalahan baru dimana
IPv4 hanya dapat menampung para pengguna internet sebanyak 4,3 milyar saja,
sedangkan angka ini diperkirakan akan melonjak kembali
beberapa tahun kedepan. Masalah yang
paling besar pada Internet Protocol saat ini adalah perputaran kecepatan
untuk mencapai suatu titik alamat jaringan yang tersedia. IPv mempertimbangkan sekitar 2
32 atau 4.294.967.296 alamat, sebagian besar kesalahan pada
alokasi awal, tanpa meninggalkan ruang untuk pengembangan.IP versi
baru yaitu IPv6 menawarkan suatu pemecahan
yang lebih permanen, yaitu sekitar 2 128 atau
40.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat.
Berdasarkan hal itulah kemudian dirancang suatu
protokol internet baru yang dinamakan Internet
Protocol next generation (IPng)pada tahun 1996 yang
penggunaannya secara bertahap akan menggeser penggunaan dari IPv4 yang
telah sukses sebelumnya. IPng atau disebut juga IPv6 sendiri adalah suatu
protokol layer ketiga terbaru yang diciptakan untuk menggantikan IPv4 atau yang
sering dikenal sebagai IP. Alasan utama dari penciptaan Internet Protocol Version
6 ini Adalah Untuk mengoreksi
masalah pengalamatan pada versi 4
(IPv4).
Karena
kebutuhan akan alamat internet semakin banyak, maka IPv6 diciptakan dengan tujuan
untuk memberikan pengalamatan yang lebih banyak dibandingkan dengan IPv4,
sehingga perubahan pada IPv6 masih berhubungan dengan pengalamatan IP
sebelumnya. Perubahan terbesar pada IPv6
adalah terdapat pada header, yaitu peningkatan jumlah
alamat dari 32 bit (IPv4) menjadi 128 bit (IPv6).
C.
Tujuan Penulisan Makalah
a)
Mengimplementasikan penggunaan IPv6
sebagai solusi dari permasalahan
IPv4
dalam menangani jumlah komputer dalam suatu jaringan yang semakin kompleks dari
tahun ke tahun.
b)
Penggunaan fungsi “Otomatisasi Setting” untuk pengelolaan dan pengaturan alamat
IP di suatu jaringan komputer sebagai salah satu kelebihan penggunaan IPv6
dibandingkan IPv4.
c)
IPv6 mendukung penyusunan alamat IP secara terstruktur dan menyediakan
kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPv4.
d)
Kelengkapan IPv6 dengan mekanisme penggunaan alamat secara
lokal yang memungkinkan terwujudnya instalasi secara Plug
& Play, serta menyediakan platform bagi cara baru pemakaian Internet,
seperti dukungan terhadap aliran data secara real-time,
pemilihan provider, mobilitas host, maupun end-to-end
security.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Konsep
Dasar Protokol
Protokol dapat dimisalkan sebagai penerjemah
dua orang yang berbeda bahasa ingin berkomunikasi. Protokol internet yang
pertama kali dirancang pada awal tahun 1980-an. Akan tetapi pada saat itu,
protokol tersebut hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa node saja. Baru
pada awal tahun 1990-an mulai disadari bahwa internet mulai tumbuh ke seluruh
dunia dengan pesat. Sehingga banyak bermunculan protokol internet. Sehingga
disadari bahwa dibutuhkan sebuah protokol internet yang standar, yaitu OSI
(Open System Interconnection). Tetapi pada perkembangannya, TCP/IP
menjadi standar de facto yaitu standar yang diterima karena
pemakaiannya secara sendirinya semakin berkembang.
1. TCP (Transmission Control Protocol)
Transmission Control Protocol
atau yang sering kali disingkat
menjadi TCP berfungsi untuk melakukan transmisi data per-segmen (paket data
dipecah dalam jumlah yang sesuai dengan besaran paket kemudian dikirim satu
persatu hingga selesai). Agar pengiriman data sampai
dengan baik, maka pada setiap
packet pengiriman, TCP akan menyertakan
nomor seri (sequence number). Adapun
komputer tujuan yang menerima paket tersebut harus mengirim
balik sebuah sinyal ac knowledge dalam satu periode yang
ditentukan. Bila pada waktunya komputer tujuan belum juga
memberikan acknowledge, maka terjadi time out yang menandakan pengiriman
packet gagal dan harus diulang kembali. Model protokol TCP disebut sebagai connection
oriented protocol.
2. IP (Internet Protocol)
IP
(Internet Protocol) atau alamat IP dapat disebut dengan kode pengenal komputer
pada jaringan merupakan komponen vital pada internet, karena tanpa alamat IP
seseorang tidak akan dapat terhubung ke internet. Penggunaan alamat IP dikoordinasi oleh lembaga sentral internet
yang dikenal dengan IANA, salah satunya adalah NIC (Network Information
Center).
B. Definisi IPv6
IP versi 6 (IPv6) adalah protokol internet
versi baru yang didesain sebagai pengganti dari Internet protocol versi 4
(IPv4) yang didefinisikan dalam RFC 791. IPv6 yang
memiliki kapasitas alamat
(address) raksasa (128 bit),
mendukung penyusunan alamat secara
terstruktur, yang memungkinkan Internet
terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat
pada IPv4. IPv6 memiliki tipe alamat anycast yang dapat digunakan
untuk pemilihan route secara efisien. Selain itu IPv6 juga dilengkapi oleh
mekanisme penggunaan alamat secara local yang memungkinkan terwujudnya
instalasi secara Plug&Play, serta menyediakan platform bagi cara baru
pemakaian Internet, seperti dukungan terhadap aliran datasecara
real-time, pemilihan provider, mobilitas host,
end-to-end security, maupun konfigurasi otomatis.
C. Keunggulan IPv6
Otomatisasi
berbagai setting
/ Stateless-less
auto-configuration (plug&play). Alamat pada
IPv4 pada dasarnya statis
terhadap host. Biasanya diberikan secara berurut pada host. Memang
saat ini hal di atas bisa dilakukan secara otomatis
dengan menggunakan DHCP
(Dynamic Host Configuration Protocol),
tetapi hal tersebut pada
IPv4 merupakan fungsi tambahan
saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk men-setting secara otomatis disediakan
secara standar dan merupakan default-nya. Pada setting otomatis ini
terdapat dua cara tergantung dari penggunaan address, yaitu setting otomatis
stateless dan statefull.
1.
Setting Otomatis Statefull
Cara
pengelolaan secara ketat dalam hal range IP address yang diberikan
pada host dengan
menyediakan server untuk
pengelolaan keadaan IP address, dimana cara
ini hampir mirip dengan cara DHCP pada
IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis,
informasi yang dibutuhkan mantara router,server dan host adalah ICMP
(Internet Control Message Protocol) yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6
ini, termasuk pula IGMP (Internet
Group management Protocol) yang dipakai pada multicast pada IPv4.
2. Setting Otomatis Stateless
Pada cara
ini tidak perlu menyediakan
server untuk pengelolaan dan
pembagian IP address, hanya
men-setting router saja dimana
host yang telah tersambung di jaringan dari router yang
ada pada jaringan tersebut memperoleh prefix dari address dari jaringan
tersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh dari
informasi yang unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit
dan menjadikannya sebagai IP address dari host tersebut. Pada informasi unik
bagi host ini, digunakan antara lain address MAC dari network interface.
Pada setting otomatis stateless ini dibalik kemudahan pengelolaan, pada Ethernet
atau FDDI karena perlu memberikan minimal 48 bit (sebesar address MAC) terhadap
satu jaringan, memiliki kelemahan yaitu efisiensi penggunaan alamat yang buruk.
D. Address IPv6
1.
Unicast (One-to-one)
Digunakan
untuk komunikasi satu lawan satu, dengan menunjuk satu host.
Pada
alamat unicast ini terdiri dari :
1.
Global, alamat yang digunakan misalnya untuk alamat provider atau
alamat geografis.
2.
Link Local Address adalah alamat yang dipakai di dalam satu link saja. Yang
dimaksud link di sini adalah jaringan lokal yang saling tersambung pada satu
level. Alamat ini dibuat
secara otomatis oleh host
yang belum mendapat alamat global, terdiri dari 10+n bit
prefix yang dimulai dengan “FE80″ dan field sepanjang 118-n bit yang
menunjukkan nomor host. Link Local Address digunakan pada pemberian
alamat IP secara otomatis.
3.
Site-local, alamat yang setara dengan private address, yang dipakai terbatas di
dalam site saja. Alamat ini dapat diberikan bebas, asal unik di dalam site
tersebut, namun tidak bisa mengirimkan paket dengan tujuan alamat ini di luar
dari site tersebut.
4.
Kompatibel.
2.
Multicast (One-to-many)
Yang
digunakan untuk komunikasi satu lawan banyak dengan menunjuk host
dari group. Multicast address ini pada IPv4 didefinisikan
sebagai kelas D, sedangkan pada IPv6
ruang yang 8 bit
pertamanya di mulai dengan “FF”
disediakan untuk multicast address. Ruang ini kemudian dibagi-bagi lagi untuk
menentukan range berlakunya. Kemudian blockcast
address pada IPv4 yang alamat bagian hostnya
didefinisikan sebagai “1″, pada IPv6 sudah termasuk di dalam multicast address
ini. Blockcast address untuk komunikasi dalam segmen yang sama yang dipisahkan
oleh gateway, sama halnya dengan multicast address 10 dipilih berdasarkan range
tujuan.
3.
Anycast
Yang
menunjuk host dari group, tetapi paket yang dikirim hanya pada satu host
saja. Pada alamat jenis ini, sebuah alamat diberikan
pada beberapa host, untuk mendefinisikan kumpulan node. Jika ada paket yang
dikirim ke alamat ini, maka router akan
mengirim paket tersebut ke
host terdekat yang memiliki Anycast address
sama. Dengan kata lain, pemilik paket menyerahkan pada router tujuan yang
paling “cocok” bagi pengiriman paket tersebut. Pemakaian Anycast ini
misalnya terhadap beberapa server yang memberikan layanan seperti DNS
(Domain Name Server). Dengan memberikan Anycast alamat Address sama pada
server-server tersebut, jika ada paket yang dikirim oleh client ke alamat ini,
maka router akan memilih server
yang terdekat dan mengirimkan
paket tersebut ke server tersebut. Sehingga, beban
terhadap server dapat terdistribusi secara merata. Bagi
anycast ini tidak disediakan ruang khusus. Jika
terhadap beberapa host diberikan sebuah
alamat yang sama, maka
alamat tersebut dianggap sebagai Anycast
Address.
E. Penulisan Alamat pada IPv6
Model
x:x:x:x:x:x:x:x dimana ‘x‘ berupa
nilai hexadesimal dari 16 bit porsi
alamat, karena ada 8 buah ‘x‘ maka jumlah totalnya ada 16 * 8 = 128 bit.
Contohnya adalah :
FEDC : BA98 : 7654 : 3210 : FEDC : BA98 : 7654
: 3210
Jika
format pengalamatan IPv6 mengandung kumpulan group 16 bit alamat, yaitu
‘x‘,
yang bernilai 0 maka dapat direpresentasikan sebagai ‘::’. Contohnya adalah :
FEDC : 0 : 0 : 0 : 0 : 0 : 7654 : 3210
dapat
direpresentasikan sebagai
FEDC :: 7654 : 3210
Dan
0:0:0:0:0:0:0:1 dapat direpresentasikan
sebagai ::1
Model
x:x:x:x:x:x:d.d.d.d dimana ‘d.d.d.d’
adalah alamat IPv4 semacam
167.205.25.6
yang digunakan untuk automatic tunnelling. Contohnya adalah :
0:0:0:0:0:0:167.205.25.6 atau ::167.205.25.6
0:0:0:0:0:ffff:167.205.25.7 atau :ffff:167.205.25.7
Jadi
jika sekarang mengakses alamat di internet misalnya 167.205.25.6
pada saatnya nanti format
tersebut akan digantikan
menjadi semacam ::ba67:080:18. Sebagaimana IPv4, IPv6 menggunakan
bitmask untuk keperluan subnetting yang direpresentasikan
sama seperti representasi prefix-length
pada teknik CIDR yang digunakan pada IPv4, misalnya :
3ffe:10:0:0:0:fe56:0:0/60
menunjukkan
bahwa 60 bit awal merupakan bagian network bit. Jika pada IPv4 mengenal
pembagian kelas IP menjadi kelas A, B, dan C maka pada IPv6 pun dilakukan
pembagian kelas berdasarkan fomat prefix (FP) yaitu format bit awal alamat.
Misalnya :
3ffe:10:0:0:0:fe56:0:0/60 maka
jika diperhatikan 4 bit awal yaitu hexa ‘3’ didapatkan format prefixnya untuk 4
bit awal adalah 0011 (yaitu nilai ‘3’ hexa dalam biner).
F. Kelas IPv6
Ada
beberapa kelas IPv6 yang penting yaitu :
1.
Aggregatable Global Unicast Addresses : termasuk di dalamnya adalah alamat
IPv6
dengan bit awal 001.
2.
Link-Local Unicast Addresses : termasuk
di dalamnya adalah alamat IPv6
dengan bit awal 1111 1110 10.
3.
Site-Local Unicast Addresses :
termasuk di dalamnya adalah
alamat IPv6
dengan bit awal 1111 1110 11.
4.
Multicast Addresses : termasuk di dalamnya adalah alamat IPv6 dengan bit
awal 1111
1111.
Pada protokol IPv4 dikenal alamat-alamat khusus
semacam 127.0.0.1 yang
mengacu ke
localhost, alamat ini
direpresentasikan sebagai 0:0:0:0:0:0:0:1
atau ::1
dalam protokol IPv6. Selain itu pada IPv6 dikenal alamat khusus lain
yaitu 0:0:0:0:0:0:0:0 yang
dikenal sebagai unspecified address yang tidak boleh
diberikan
sebagai pengenal pada suatu interface. Secara garis besar format unicast
address
adalah sebagai berikut :
Interface
ID digunakan sebagai pengenal unik masing-masing host dalam satu
subnet. Dalam penggunaannya
umumnya interface ID berjumlah
64 bits dengan format IEEE EUI-64. Jika digunakan
media ethernet yang memiliki 48 bit MAC
address maka pembentukan interface ID dalam format IEEE EUI-64
adalah
sebagai berikut :
Misalkan MAC address-nya adalah 00:40:F4:C0:97:57
1. Tambahkan
2 byte yaitu 0xFFFE di
bagian tengah alamat tersebut
sehingga menjadi 00:40:F4:FF:FE:C0:97:57
2. Komplemenkan (ganti bit 1 ke 0
dan sebaliknya) bit kedua dari belakang pada byte awal alamat yang terbentuk,
sehingga yang dikomplemenkan adalah ‘00’ (dalam hexadesimal) atau ‘00000000’ (dalam
biner) menjadi ‘00000010’ atau ‘02’ dalam hexadesimal.
3.
Didapatkan interface
ID dalam
format IEEE
EUI-64 adalah 0240:F4FF:FEC0:9757.
Di bawah
ini adalah tabel perbandingan antara IPv4 dan IPv6 :
G. Struktur Paket Data pada IPv6
Dalam
men-design header paket ini,
diupayakan agar cost atau nilai
pemrosesan header menjadi kecil untuk mendukung komunikasi data yang
lebih real time. Misalnya, alamat awal dan akhir menjadi dibutuhkan pada
setiap paket. Sedangkan pada header
IPv4 ketika paket
dipecah-pecah, ada field untuk menyimpan
urutan antar paket. Namun field tersebut tidak terpakai ketika paket tidak
dipecah-pecah. Header pada Ipv6 terdiri dari dua jenis, yang pertama, yaitu
field yang dibutuhkan oleh setiap paket disebut header dasar, sedangkan yang
kedua yaitu field yang tidak selalu diperlukan pada packet disebut header
ekstensi, dan header ini didifinisikan terpisah dari header dasar. Header
dasar selalu ada pada setiap packet, sedangkan header tambahan
hanya jika diperlukan
diselipkan antara header dasar
dengan data. Header tambahan, saat ini
didefinisikan selain bagi penggunaan ketika packet dipecah, juga
didefinisikan bagi fungsi security
dan lain-lain. Header tambahan
ini, diletakkan setelah header dasar, jika dibutuhkan beberapa header, maka
header ini akan disambungkan berantai dimulai dari header dasar dan berakhir
pada data. Router hanya perlu
memproses header yang terkecil
yang diperlukan saja, sehingga
waktu pemrosesan menjadi lebih
cepat. Hasil dari perbaikan
ini, meskipun ukuran header dasar membesar dari 20 bytes menjadi 40 bytes namun
jumlah field berkurang dari 12 menjadi 8 buah saja.

H.
Perubahan dari IPv4 ke IPv6
Perubahan dari IPv4 ke
IPv6 pada dasarnya terjadi karena beberapa
hal
yang dikelompokkan dalam kategori berikut :
1. Kapasitas Perluasan Alamat
IPv6
meningkatkan ukuran dan jumlah alamat yang mampu didukung oleh IPv4 dari 32 bit
menjadi 128bit. Peningkatan kapasitas alamat ini digunakan untuk
mendukung peningkatan hirarki
atau kelompok pengalamatan, peningkatan
jumlah atau kapasitas alamat yang dapat dialokasikan dan diberikan pada
node dan mempermudah konfigurasi alamat pada node sehingga dapat
dilakukan secara
otomatis.
Peningkatan skalabilitas juga dilakukan pada routing multicast dengan
meningkatkan cakupan dan jumlah
pada alamat multicast. IPv6
ini selain meningkatkan jumlah kapasitas alamat yang dapat
dialokasikan pada node juga mengenalkan jenis
atau tipe alamat baru,
yaitu alamat anycast. Tipe
alamat anycast ini didefinisikan dan digunakan untuk mengirimkan paket ke salah
satu dari kumpulan node.
2. Penyederhanaan Format Header
Beberapa
kolom pada header IPv4 telah
dihilangkan atau dapat dibuat sebagai
header pilihan. Hal ini digunakan untuk mengurangi biaya pemrosesan hal-hal
yang umum pada penanganan paket IPv6 dan membatasi biaya bandwidth pada header
IPv6. Dengan demikian, pemerosesan header pada paket IPv6 dapat dilakukan
secara efisien.
3. Option dan Extension Header
Perubahan
yang terjadi pada header-header
IP yaitu dengan adanya pengkodean
header Options (pilihan) pada IP
dimasukkan agar lebih efisien
dalam penerusan paket (packet
forwarding), agar tidak terlalu
ketat dalam pembatasan panjang header pilihan yang terdapat dalam
paket IPv6 dan sangat fleksibel/dimungkinkan untuk mengenalkan header pilihan
baru pada masa akan datang.
4. Kemampuan Pelabelan Aliran Paket
Kemampuan
atau fitur baru ditambahkan
pada IPv6 ini adalah
memungkinkan pelabelan paket
atau pengklasifikasikan paket yang
meminta penanganan khusus, seperti kualitas mutu layanan tertentu
(QoS) atau real-time.
5. Autentifikasi dan Kemampuan Privasi
Kemampuan tambahan untuk mendukung
autentifikasi, integritas data dan data penting juga dispesifikasikan dalam
alamat IPv6. Perubahan terbesar pada IPv6 adalah perluasan IP address dari 32
bit pada IPv4 menjadi 128 bit.128 bit ini adalah ruang address yang
kontinyu dengan menghilangkan konsep kelas. Selain itu juga dilakukan perubahan
pada cara penulisan IP address. Jika pada IPv4 32 bit dibagi menjadi
masing-masing 8 bit yang dipisah kan dengan “.” dan di tuliskan dengan
angka desimal, maka pada
IPv6, 128 bit tersebut
dipisahkan menjadi masing-masing 16
bit yang tiap bagian
dipisahkan dengan “:”dan dituliskan
dengan hexadesimal. Selain itu
diperkenalkan pula struktur
bertingkat agar pengelolaan routing menjadi mudah. Pada CIDR
(Classless Interdomain Routing) table routing diperkecil dengan menggabungkan
jadi satu informasi routing dari sebuah organisasi.
I. Transisi IPv6
Untuk
mengatasi kendala perbedaan antara IPv4 dan IPv6 serta menjamin
terselenggaranya komunikasi antara pengguna IPv4
dan pengguna IPv6, maka dibuat suatu
metode Hosts – dual stack serta
Networks – Tunneling pada perangkat jaringan,
misalnya router dan server .
Jadi
setiap router menerima suatu paket, maka router akan memilah paket tersebut
untuk menentukan protokol yang digunakan, kemudian router tersebut akan
meneruskan ke layer diatasnya.
J.
Contoh Infrastruktur IPv6
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
IPv4
yang merupakan pondasi dari Internet telah hampir mendekati batas
akhir dari kemampuannya, dan
IPv6 yang merupakan
protokol baru telah dirancang
untuk dapat menggantikan fungsi
IPv4. Motivasi utama untuk mengganti IPv4
adalah karena keterbatasan dari panjang addressnya yang hanya 32 bit saja serta
tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman, routing
yang fleksibel maupun
pengaturan lalu lintas data.
Keunggulan IPv6 dibandingkan dengan
IPv4 diantaranya yaitu setting
otomatis stateless dan statefull. Kemudian,
dasar migrasi perubahan dari
Ipv4 ke Ipv6 diantaranya kapasitas
perluasan alamat, penyederhanaan format header, option dan extension
header, kemampuan pelabelan
aliran paket serta
autentifikasi dan kemampuan privasi.
Untuk mengatasi kendala
perbedaan antara
IPv4 dan
IPv6 serta menjamin
terselenggaranya komunikasi antara pengguna IPv4 dan
pengguna IPv6, maka dibuat suatu metode Hosts – dual stack serta
Networks – Tunneling pada hardware jaringan, misalnya router dan server .
B. Saran
1.
Address space IPv6 adalah
sebuah sumber daya publik
yang harus diatur dengan
hati-hati sehubungan dengan
kepentingan internet jangka panjang.
Manajemen address space yang bertanggung jawab mencakup penyesuaian
seperangkat tujuan yang kadang bersifat kompetitif.
2.
Walaupun IPv6 menyediakan pool address space yang sangat besar, kebijakan
address sebaiknya menghindari
praktik yang sia-sia dan
tidak perlu. Permohonan address space
sebaiknya didukung dengan
dokumentasi yang sesuai dan penimbunan address yang tidak terpakai
sebaiknya dihindari.
3.
Setiap delegasi dan/atau alokasi
address space harus menjamin keunikan
universal. Ini merupakan
persyaratan mutlak guna
menjamin setiap host publik dapat diidentifikasikan
secara unik di internet.
DAFTAR PUSTAKA
1. Irvan Nasrun. 2005. “Mengenal
Internet Protokol Masa Depan”. Majalah
CHIP
Spesial Networking, halaman 6.
5.
Rahmat Rafiudin. 2005. “Ipv6 Addressing”. Jakarta : Gramedia.
6.
R. Mohamad Dikshie Fauzie. 2003. “Pengantar IPv6 dan Implementasinya
2008.